We would be happy to provide custom-made design to meet your corporate gift needs. Please contact our corporate gift advisor.


Manifesto for a Consumptive World
Radio kayu yang imut dan minimalis ini ternyata sarat cerita dan pembelajaran. Dari perbincangan MANIFESTO edisi 17 Oktober 2008 dengan Singgih Susilo Kartono, desainernya, terungkap bahwa Magno, seri radio kayu keluaran studio desain dari Temanggung ini merupakan reaksi dia atas ‘kelakuan’ kita yang sangat konsumtif dan gemar ‘nyampah’, saban ada model gadget baru, yang lama dibuang,menimbulkan sampah yang sukar terurai dan mencemari lingkungan. “Jangan beli kalau tidak bisa memelihara!” ucapnya.

Pilihan material kayu ingin mengingatkan kita bahwa hidup ini ada batasnya, karena kayu suatu saat akan lapuk tidak seperti plastik dan material ‘modern’ yang menjanjikan kehidupan abadi namun tidak ramah lingkungan.  Pada Magno ”personal” radio, tidak ada skala frekuensi karena Singgih ingin menyatakan bahwa kita harus punya hubungan dengan benda-benda milik kita, bukan hanya memakai atau membanggakannya saja. Apabila kita sudi sedikit berpayah mengasah “feeling”, kita akan bisa menemukan radio station kesayangan kita. Radio ini sangat ‘bersih’ tanpa banyak tulisan di permukaannya yang tidak dipernis, juga menonjolkan desain yang ‘hangat’ dengan pasak kayu bahkan karet dan kancing untuk mekanisme penutup tempat baterainya.

 

Dengarkan obrolan dengan Singgih Kartono, tamu MANIFESTO yang pertama, perjalanan hidupnya, perjuangannya melatih karyawan dan membesarkan usaha kecilnya, dan prinsip-prinsip di balik kreasinya, seri radio kayu Magno yang kini tengah bertarung di People’s Award dari Cooper-Hewitt Design Museum di New York City.  Sudah banyak yang memberi dukungan bagi Magno berupa vote – sudahkah Anda voting?  Kunjungi www.magno-design.com untuk mengakses voting page People’s Award.

Sumber: http://www.voiceofjakarta.com/tag/singgih-kartono/

2009-11-20
ARTICLE
Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]

GUCCI dan Christian Dior berniat untuk menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk domestik juga ikut dikenal secara global.


Alami yang Disuka [2010-03-11]

Batik Madura mulai dilihat sebagai potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam, di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik (UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin. Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di UPT tadi.

Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]

Kain tenun dan hasil tekstil lainnya adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun, baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam dan bernilai budaya tinggi.

Negeri Sejuta Motif Batik [2010-02-23]

Ada sesuatu yang sangat fenomenal dalam sejarah Pekalongan empat tahun terakhir ini, yakni berdirinya Museum Batik. Keberadaannya mampu menjadikan titik tolak kebangkitan Kota Pekalongan. Karena keberadaan Museum tidak hanya sekedar untuk menyimpan berbagai benda-benda bersejarah saja. Namun dari museum mampu dirunut sebuah perjalanan kehidupan serta budaya masa lalu. Dari sini kita bisa melihat sekaligus belajar mengerti tentang tapak sejarah batik tidak hanya skala lokal setetapi batik secara nasional.


Batik Mega Mendung [2010-02-23]

ampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.

[View All]
LINKS
Leoniko
Nusansifor
RANDOM GALLERY


NOTES BATIK CUSTOM




HOME | ABOUT US | SERVICES | GALLERY | ARTICLE | HOW TO BUY | COORPORATE GIFT ADVISOR | CONTACT US

© Copyright 2007 IDEGIFT.COM Designed by Leoniko